Periksakan kesehatan diri Anda secara rutin

Mediakecantikan.com, Jakarta – Kanker payudara bagi perempuan merupakan suatu masalah yang harus diperhatikan. Karena kanker payudara tidak mudah terdeteksi bila tidak diperiksa. Namun, ada beberapa perubahan positif yang bisa membantu menurunkan risiko kanker payudara.

Para ahli memperkirakaan bahwa sekitar 1 dari 8 wanita yang lahir di Amerika Serikat saat ini akan didiagnosis menderita kanker payudara. George Sledge, profesor kedokteran dan kepala divisi onkologi di Standford AS mengatakan, kanker payudara membunuh hampir 40.000 wanita di Amerika setiap tahunnya.

Klik di sini, untuk mendapatkan informasi penting seputar dunia kesehatan

Beberapa penyebab kanker payudara dapat dikendalikan. Dokter berpendapat bahwa hal itu disebut faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Berikut adalah beberapa cara untuk menurunkan risiko kanker payudara seperti dilansir Goodhouskeeping.

1. Jaga BMI dalam rentang yang sehat

Sel-sel lemak membuat estrogen. Semakin banyak lemak maka semakin tinggi juga kadar estrogen. Semakin tinggi estrogen yang dimiliki, maka semakin tinggi risikonya, terutama pada wanita yang memiliki berat badan lebih setelah menopause.

Jadi, pantau indeks massa tubuh (body mass index/BMI) dan pastikan tetap di bawah 25. Beberapa poin di atas 25 dipastikan dapat dampak negatif. Seseorang mengalami obesitas jika BMI-nya sama dengan atau di atas 30. Saat BMI menyentuh angka 25-29,9, maka dia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan. BMI normal berada di kisaran 18,5-24,9.

Cara menghitung BMI adalah: BMI = berat badan (kg)/tinggi (m) kuadrat.

2. Tetap aktif

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang berolah raga secara teratur berisiko 25% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan yang paling tidak aktif. American Cancer Society merekomendasikan agar orang dewasa melakukan olah raga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki juga bisa membantu bagi yang malas berolah raga.

3. Batasi minum alkohol

Semakin banyak meminum minuman keras, maka semakin meningkatkan risiko kanker payudara. Para peneliti belum mengetahui mengapa alkohol bisa meningkatkan risiko kanker, tapi mereka meyakini bahwa minuman keras bisa menaikkan kadar estrogen.

Alkohol diduga akan meningkatkan kolesterol yang akan diubah menjadi estrogen. Pembatasan konsumsi alkohol dapat dilakukan hingga tidak lebih dari satu gelas per hari.

4. Menyusui (jika sudah memiliki anak)

Menyusui bagus untuk bayi dan juga kesehatan payudara bagi seorang wanita. “Semakin banyak menyusui, semakin rendah juga kemungkinan terkena kanker payudara,” kata Sledge.

Melahirkan anak pertama bisa juga mengurangi kemungkinan berkembangnya kanker payudara, meski belum ada alasan jelas dengan itu. Tetapi menurut Sledge, pada kehamilan pertama, payudara mengalami irevesibel yang membuatnya kurang sensitif terhadap karsinogen.

5. Menjaga rentang terapi hormon dalam waktu pendek

Sebua studi menunjukkan bahwa kombinasi estrogen dan progesteron meningkatkan risiko kanker payudara. Jika merasa memerlukan terapi pengelolaan hormon karena gejala menopause, maka dosis yang diberikan bisa dalam kadar rendah.

Jika seorang wanita menggunakan alat kontrasepsi, seperti pil KB, maka sedikitnya telah meningkatkan risiko kanker payudara. Menurut The American Cancer Society, kondisi akan berangsur normal saat sudah tidak meminum pil itu lagi.

6. Lakukan mammogram secara berkala

Mammogram tidak mencegah kanker, tapi tindakan itu dapat membuat upaya penyembuhan lebih mungkin dilakukan. Kanker payudara dapat disembuhkan pada 90% kasus stadium pertama, 80% pada staium kedua, dan 60% dari stadium ketiga.

The American Cancer Society merekomendasikan agar para wanita melakukan mammogram itu dalam dosis rendah setiap tahunnya mulai pada usia 40 tahun.

7. Meneliti sejarah keluarga

Periksalah apakah ada dari anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker payudara dan ovarium. Jangan salah, pria juga bisa terkena kanker payudara.

Jika terkait dengan pembawa mutasi yang diwariskan dari keluarga, pastikan untuk melakukan pemeriksaan. Sampaikan juga status riwayat keluarga itu kepada dokter untuk mempermudah diagnosis.

8. Sering konsultasi dengan dokter

Periksakan kesehatan diri Anda secara rutin. Berkonsultasilah secara intens dengan dokter untuk upaya pencegahan yang lebih terperinci. Demikisn dilaporkan oleh Pikiran Rakyat. (pik)



Redaksi Mediakecantikan.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksikecantikan@gmail.com, dan redaksi@mediakecantikan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here