Kuahnya yang berwarna kuning menjadi andalan Soto Bogor

Mediakecantikan.com, Bogor – Anda sedang di Bogor, tapi milih sarapan di hotel? Basi, ah! Coba deh keluar dari hotel dan susuri jalanan yang rame kaki limanya.

Di situ Anda akan nemuin banyak sarapan enak dan asyik, itung-itung sekalian menghirup segarnya udara pagi.

BACA : Rumpu Rampe, Menu Kuliner Sehat dari Indonesia Timur

Berikut ini lima sarapan khas Bogor yang direkomendasikan Wego :

Cungkring

Dinamakan cungkring karena bahan dasar makanan ini adalah kikil sapi. Dalam bahasa Sunda, kikil disebut cungkring.

Seporsi cungkring biasanya hadir di atas daun pisang dan disajikan bersama lontong dan bumbu kacang – layaknya sate.

BACA JUGA : Nyamm, Menikmati Kuliner Tempo Jadul di Kedai Kuno Kini.

Tapi berbeda dengan sate, ada sensasi kenyal yang timbul dari setiap gigitan cungkring. Ini yang bikin sepotong cungkring seharga Rp 15 ribu terasa enggak cukup.

Tapi kalem, kamu bisa kok request kikil sesuai jumlah yang kamu inginkan.

Informasi kuliner dan rekomendasi tempat makan enak, bisa diklik di sini.

Buat yang penasaran sama rasa khas cungkring, kamu bisa datang ke Jalan Suryakencana. Sebelum perempatan Gang Aut, di sebelah kiri.

Mulai dari pukul 07.00 sampai 09.00, ada Pak Jumat yang sudah menjajakan cungkring selama lebih dari 40 tahun. Kini usaha Cungkring Pak Jumat sudah diteruskan oleh anaknya, Kang Deden. Menurut pengakuannya, cuma dia satu-satunya pedagang cungkring yang tersisa di Bogor.

Doclang

Orang Sunda demen banget nyingkat-nyingkat nama makanan. Nah, doclang juga singkatan. Kependekan dari medhok pake kacang, karakter yang khas dari kuliner yang satu ini.

Rasa bumbu kacang doclang memang sangat kental (medhok), karena ada tambahan kacang dan gula merah yang lumayan banyak.

Ini yang bikin bumbu kacang doclang lebih manis ketimbang ketoprak, yang dari segi penampilan gak jauh beda.

Paduan lontong, tahu, kentang, dan telor yang disiram bumbu kacang spesial tersebut bisa bikin kamu kenyang dengan hanya merogoh kocek Rp 10 ribu.

Di sepanjang Jalan Veteran, Jembatan Merah, kamu bisa nemuin deretan pedagang doclang. Yang paling saya suka adalah Doclang 405 – plesetan dari “Aos”, nama pemiliknya.

Laksa

Bukan cuma Jakarta yang punya makanan berbahan dasar kuah santan kuning ini. Ternyata Bogor juga punya.

Tapi, makanan khas Kota Hujan yang terdiri dari ketupat, toge, bihun, dan daun kemangi ini sedikit berbeda dengan laksa kepunyaan Ibu Kota.

Di laksa Betawi, kamu akan merasakan gurihnya udang rebon yang hadir sebagai penyedap.

Nah, kalau laksa Bogor sedikit lebih spesial karena ditambahkan oncom sebagai pengganti udang rebon. Oncom ini yang membuat makanan tersebut terasa Bogor banget di lidah.

Selain itu, kuah kuningnya juga berbeda. Kamu akan merasakan kuah yang sedikit lebih kental dan bertekstur karena parutan kelapa yang ikut masuk ke dalam kuah santan.

Dan juga, karena seporsi laksa emang selalu dikasih taburan serundeng atau kelapa sangrai.

Kalau kamu kebetulan lagi ada di daerah Suryakencana, belok deh ke Gang Aut. Di sebelah kiri ada spanduk kuning besar bertuliskan “Laksa Gg. Aut Khas Bogor” dan perut kamu akan langsung buncit karena kekenyangan. Seporsinya, cuma Rp 10 ribu loh.

Toge Goreng

Ini dia makanan khas dari Kota Bogor yang sudah cukup punya nama, toge goreng. Kalau denger namanya, yang ada di kepala pasti toge yang dimasukkan ke dalam minyak panas alias digoreng. Tapi ternyata, toge di dalam panganan ini sama sekali enggak digoreng, loh.

Faktanya, toge bersamaan dengan mie kuning dan tahu justru direbus di atas wadah rata dan kemudian dicampurin lontong.

Yang bikin makanan ini khas Bogor adalah bumbu tauconya yang terbuat dari kacang kedele hasil fermentasi, sehingga ada sensasi asam saat menyantapnya.

Di Bogor, toge goreng paling terkenal adalah Toge Goreng Mak Evon yang ada di Gang Besi, Jalan Suryakencana.

Yang bikin terkenal dari Toge Goreng Mak Evon ini adalah cara pembuatan yang masih pakai kayu bakar untuk menjaga rasa tradisionalnya. Untuk seporsi toge goreng, kamu cukup ngerogoh kocek Rp 9 ribu aja.

Dodongkal

Kalau kamu enggak mau sarapan yang bikin perut penuh, cobain deh dodongkal. Makanan ini berbahan dasar tepung beras yang dikukus di dalam sebuah kukusan kerucut terbuat dari anyaman bambu.

Adonan tepung beras yang sudah matang diguyur dengan gula merah cair dan dikasih taburan kelapa serut sebagai penggurih. Sekilas, rasanya enggak jauh beda sama kue putu.

Tapi, adonan tepung berasnya sedikit lebih kenyal. Seporsi dodongkal yang bisa kamu dapet di perempatan Gang Aut Suryakencana bisa kamu cobain dengan Rp 15 ribu.

Soto Kuning

Tidak hanya terkenal dengan soto mienya saja, Bogor juga punya soto kuning. Kuahnya yang berwarna kuning menjadi andalan dari soto ini.

Terbuat dari campuran santan dan aneka rempah dengan isi empal, otak, limpa, paru, daging, babat, kikil, dan lidah. Yang banyak dicari saat ingin makan soto ini adalah Soto Kuning Pak Yusup yang terletak di Gang Aut, Jalan Suryakencana No. 287. Satu porsinya hanya Rp 15 ribu, bisa tambah daging seharga Rp 10 ribu dan nasi dengan harga Rp 5 ribu. (who)



Redaksi Mediakecantikan.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksikecantikan@gmail.com, dan redaksi@mediakecantikan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here