Rasa gurih dari kuah soto Ma’aruf bukan karena penyedap rasa

Mediakecantikan.com, Jakarta – Menyesap kuah soto di tengah ingar-bingar kota Jakarta yang dipenuhi kepulan asap kendaraan akan mengubah suasana wajah muram nan kusam menjadi semringah.

Dijamin! Gurihnya kuah rebusan daging atau ayam yang kaya akan rempah membuat rasa penat yang menggayuti itu sirna sejenak.

BACA : Ini Alternatif Kuliner Khas Bogor yang Top

Jika Anda berkunjung ke daerah Jakarta Pusat, silakan mencoba sajian soto dengan cita rasa yang khas. Ada tiga tempat yang menurut saya patut dicoba jika sedang berada di daerah Jakarta Pusat. Mari ikuti.

1. Soto Padang H.S Mangkuto

Soto Padang ini telah lama berdiam di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat, sejak tahun 1966. Berada di jalan Pintu Air Raya No. 26 dekat Stasiun Juanda.

BACA JUGA : Rumpu Rampe, Menu Kuliner Sehat dari Indonesia Timur

Soto ini menawarkan cita rasa yang sungguh lezat nan nikmat. Kuah sotonya bening kekuning-kuningan. Dilengkapi potongan daging, perkedel, dan sejumput so’un. Ciri khas lain dari soto padang adalah kerupuknya yang berwarna merah jambu yang menghiasi sepiring nasi panas.

Potongan perkedel tercampur di dalam soto berbaur dengan kuahnya yang panas saat disajikan di atas meja. Saat membelah perkedel, potongan kentang akan terlihat padat di dalamnya.

Informasi kuliner dan rekomendasi tempat makan enak, bisa diklik di sini.

Selain itu, potongan daging dari soto Mangkuto juga menjadi andalan dari soto ini. Menurut saya, tanpa daging yang diolah dengan khas, rasa keseluruhan dari soto padang H.S. Mangkuto akan biasa saja. Bagian daging berada di bagian tulang punggung.

Setelah dijerang dengan air cukup lama dengan racikan rahasia, daging lalu digoreng dengan api yang besar sampai kering. Alhasil, daging menjadi medium well bak daging steik kala dibakar.

Garing diluar empuk di dalamnya. Terlihat dari warna yang kehitaman dipermukaan luar dan tekstur daging yang renyah saat dimakan.

Soto padang H.S Mangkuto tidak menjual berbagai macam makanan Padang. Tempat makan ini hanya menjual tiga varian menu Soto Padang, Sate Padang dan Nasi Goreng Rendang. Sang pemilik restoran memang ingin menjual keistimewaan Soto Padang H.S Mangkuto agar tetap terjaga.

2. Soto Madura Juanda

Tempat makan ini acapkali ramai kala jam pulang kantor. Saat memasuki ruang makan, foto-foto berpigura para artis kondang disertai komentar mereka pada restoran ini memenuhi dinding-dinding tempat makan Soto Madura Juanda.

Suasana di tempat makan ini terkesan meriah. Menu Soto Istimewa menjadi andalan warung makan ini. Kelezatan kuah soto bercampur dengan potongan daging, Iso, dan otak sapi di dalamnya.

Seporsi Soto Madura Juanda tidak dilengkapi tauge, bihun so’un atau semacam sayuran lainnya. Hanya kuah soto dilengkapi daging yang tersaji di meja-meja kita. Rasa daging dan jeroan pada soto tidak terlalu gurih.

Kelezatan soto ini memang terletak di kuahnya yang sangat nikmat. Uniknya justru saat seporsi soto Madura Juanda datang di atas meja tidak disertai dengan sepiring nasi. Nasi dibungkus daun pisang sudah tersedia di atas meja para pelanggan.

Rahasia kelezatan soto Madura juga karena penyajiannya yang unik. Soto disantap dengan nasi yang tidak hangat. Menurut salah satu pelayan di sana, jika nasi panas disandingkan dengan kuah soto yang masih panas rasa gurih pada soto tersebut memudar dan terasa tidak nikmat.

Soto Madura Juanda berada di Jl Ir. H. Juanda no. 16, Jakarta Pusat. Tempat makan ini cocok sekali bagi kamu yang menyukai makanan khas asli Jawa Timuran.

3. Soto Betawi Ma’aruf

Soto ini menyimpan sejuta kisah dari dulu hingga kini. Deretan tokoh kawakan dan para pejabat sempat singgah di tempat makan ini.

Soto Betawi Ma’aruf telah lama berdiam di daerah Cikini raya, Jakarta Pusat, sejak tahun 1940. Tepatnya di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM). Kuah susu soto betawi yang berpadu sempurna dengan daging, potongan jeroan dan emping goreng sungguh mengundang rasa lapar.

Keunikan lain dari soto betawi ini adalah emping goreng yang dicampur dengan kuah soto. Emping menjadi melempem namun tak mengganggu citarasa dari soto Betawi H. Ma’aruf.

Rasa gurih dari kuah soto Betawi Ma’aruf bukan karena penyedap rasa, melainkan pada bahan-bahan tradisional yang digunakan. Daging pada soto Betawi ini juga sangat empuk. Kita tak perlu kewalahan mengoyak daging di dalamnya.

Sedikit menengok proses pembuatannya, daging konon telah melalui proses panjang saat diolah hingga menjadi empuk dan bertekstur lembut. Soto Betawi H. Ma’aruf cocok sekali disantap saat jam makan siang.

Tentunya ada banyak tempat makan soto yang telah merajai kawasan Jakarta. Namun, jika Anda pecinta soto, tak ada salahnya mencoba tempat makan soto yang sudah dijabarkan di atas. Dijamin, Anda akan terbuai dengan keistimewaan hangatnya kuah yang kaya akan rempah! Selamat mencoba. (kul)



Redaksi Mediakecantikan.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksikecantikan@gmail.com, dan redaksi@mediakecantikan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here