Seks oral tidak selalu buruk bagi Miss V

Mediakecantikan.com, Jakarta – Penulisan berbagai konten tentang beracam-macam hal yang berkaitan dengan aktivitas seksual bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, memberikan pengetahuan seksual yang selanjutnya diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus pelecehan, penyimpangan dan maraknya penyakit menular seksual.

Sebuah artikel yang dimuat TIME memaparkan fakta mengejutkan mengenai seks oral. Bahwa sebuah penelitian mengungkapkan data bahwa 85 persen wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, pernah melakukan hubungan seks oral. Ini artinya praktik seks oral telah meluas di berbagai kalangan.

Artikel mengenai seputar kesehatan dan kehidupan seksual, dapat diklik di sini.

Akan tetapi, meski praktiknya demikian meluas, tidak banyak informasi jelas mengenai potensi risiko kesehatan jika melakukan hal tersebut. Kebanyakan panduan seks hanya memfokuskan pembahasan pada aktivitas seksual melalui organ seksual Miss V.

Tentu ada yang mungkin bertanya-tanya apakah seks oral aman atau tidak bagi kesehatan Miss V.

“Seks oral tidak selalu buruk bagi Miss V,” kata Alyssa Dweck yang merupakan seorang ob-gyn (spesialis kandungan dan kebidanan) terkenal di New York.

“Ada lingkungan alami bakteri di mulut menjadi lingkungan bakteri alami di area Miss V. Bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh normal hal ini tidak menjadi masalah,” katanya dalam wawancara bersama Health.

Sementara air liur pasangan mungkin aman, mulut, bibir dan tenggorokannya mungkin tidak. Jika ada bagian mulut, tenggorokan dan bibir yang tengah mengalami sakit mungkin kontak dengan Miss V akan menimbulkan penularan tertentu.

Misalnya terjadi sebuah pendarahan dikarenakan virus herpes, sehingga bisa saja herpes oral berubah menjadi herpes genital jika bersentuhan dengan Miss V. Namun menurut Dweck hal tersebut jarang diperhatikan.

Herpes bukanlah satu-satunya jenis PMS yang bisa dialami wanita setelah menikmati seks oral. Gonore dan klamidia juga dapat ditularkan melalui seks oral jika pasangan anda terinfeksi salah satu dari jenis bakteri PMS tersebut di saluran tenggorokan.

Ancaman tersebut juga termasuk terhadap penularan virus HIV. Selain hal tersebut kemungkinan risiko tertular HPV (human papilloma virus) juga dapat terjadi.

Hal tersebut sesuai keterangan yang diperoleh dari Centers for Disease Control. HPV juga dapat bersemayam di tenggorokan, maka dari itu ketika pasangan ada yang mungkin memilikinya, tentu seks oral bisa membuka kemungkinan tertular dan meningkatkan risiko kanker serviks.

Oleh karena itu, sangat penting untuk setiap orang bersama dengan pasangannya selalu memantau kesehatan tubuh secara keseluruhan dan rutin untuk menghindari berbagai risiko penyakit menular. Demikian seperti dilansir Nusantaranews.co. (nus)



Redaksi Mediakecantikan.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksikecantikan@gmail.com, dan redaksi@mediakecantikan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here