Wanita perlu waspada, agar produk kecantikan yang dibeli itu aman

Mediakecantikan.com, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri, di zaman yang penuh dengan persaingan seperti sekarang ini, banyak orang berlomba-lomba untuk bisa tampil cantik dan menarik. Berbagai carapun dilakukan agar bisa mencapai kepuasan tersendiri.

Melihat kenyataan itu, banyak produsen tertarik untuk membuat produk yang menjadi incaran kaum wanita. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang justru melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan agar mendapat pemasukan yang besar. Misalnya, memalsukan produk.

Informasi lainnya mengenai seputar kecantikan, mulai dari ujung kaki, hingga ujung rambut, dapat diperoleh di sini.

Sebagian dari Anda mungkin tidak tahu akan niat itu, lantaran keinginan yang terlalu besar agar bisa cantik dan putih secara instan. Padahal, produk yang tidak aman akan membahayakan Anda sendiri.

Oleh karena itu, perlu kewaspadaan bagi para konsumen untuk mengetahui produk kecantikan yang dibeli merupakan produk aman atau produk yang tidak aman. Bagaimana caranya?.

Dr. Sari Chairunissa, SpKK berbagi tips untuk dapat mengetahui ciri-ciri apa sajakah yang menyatakan bahwa produk kecantikan itu aman bagi kulit wajah, berikut urainnya:

Dia menyebut, patokan sebuah produk kecantikan aman atau tidak yang pertama adalah telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kemudian perusahaan pembuatnya harus jelas.

“Sebetulnya kalau ragu ya bisa cek sih nomor di website BPOM. Kalau di situ tertera nomor, tapi enggak ada (di situs resmi BPOM, berati dia kasih nomor yang asal. Kita bisa balikin ke BPOM untuk cek produk itu aman atau tidak,” ucapnya.

Selain dari teregistrasinya produk kecantikan tersebut Anda harus peka terhadap bau, tekstur hingga warna dari produk yang memang Anda gunakan sehari-hari.

“Kalau kita pakai produk, pastikan baunya tidak menyengat atau aneh atau tidak berubah. Kemudian teksturnya, jadi kalau biasanya beli, teksturnya berbeda dengan yang dibeli sebelumnya, misalnya lembek atau lebih padat. Terus warnanya dulu kalau kita belinya warnanya putih, tahunya (sekarang) kekuningan atau ada bintik-bintiknya, itu bisa jadi panduan untuk melihat produk kita bisa dipakai atau gak,” ucapnnya menjelaskan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya seseorang untuk teliti dalam melihat data kedaluwarsa produk tersebut. Jangan sampai produk yang telah kedaluwarsa digunakan karena dapat menyebabkan masalah bagi kulit.

“Nah, kalau expired date-nya hilang, kita bisa tahunya dari after opening period, di mana batasan penggunaan setelah produk itu dibuka. Kalau untuk krim yang dicolek itu periodenya antara 6-18 bulan setelah dibuka,” kata dia.

Terkait dengan munculnya berbagai tayangan di media sosial seperti YouTube atau Facebook mengenai cara mengetahui produk kosmetik yang dibeli mengandung merkuri atau tidak, menggunakan berbagai benda, seperti cincin, Sari buru-buru mengatakan itu tidaklah benar.

“Enggak ada metode yang bisa (mengetahui kandungan merkuri) dan harus (diperiksa) di laboratorium,” ujarnya.

Jadi, Anda sendirilah yang perlu lebih hati-hati dalam menggunakan produk. Jangan sampai sembarangan, karena kulit Anda sendiri yang menjadi taruhannya. Semoga bermanfaat dan tetap sayangi kulit Anda. (viv)



Redaksi Mediakecantikan.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksikecantikan@gmail.com, dan redaksi@mediakecantikan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here